Artikel

Kesabaran

Belakangan hari ini, sulit rasanya untuk memandang berbagai hal dari sisi positif, ya?

Di tengah hiruk pikuk masyarakat, orang- orang terus berlalu, ada yang terburu- buru, mereka ingin sampai ke tempat tujuan dengan cepat.Terlihat berbagai muka yang masam, tidaklah senyum terurai di wajahnya, namun hanya rasa sedih yang dia pancarkan dari balik sorot mata yang terlihat lelah. Nilai sekolah yang belakangan ini menjadi jeblok, atau Bos yang belakangan hari ini merasa tidak puas dengan kerja yang kita telah lakukan untuknya, belum lagi hubungan pertemanan yang belakangan ini merenggang, ataupun semua hal yang terjadi dalam hidup kita, dan membuat kita memandang semua hal.. gelap.

Hidup seringkali terasa menyedihkan, dan rasanya ingin mengakhiri semuanya saja. Karena kita tak kunjung menemui pelangi diantara hujan deras yang terus menerus berlangsung mengguyur kita. Dan, ketika semua yang kita pandang menjadi gelap, semua batas menjadi buram, maksudnya batas adalah, semua hal baik yang pernah terjadi di dalam kehidupan kita, sering kali kita lupakan ketika kita mendapatkan cobaan. Padahal, itulah yang seharusnya kita ingat secara baik baik. Ingin rasanya kita bercerita tentang kehidupan kita, berbagi sedikit potongan puzzle yang kita simpan sejak lama untuk diri sendiri kepada orang lain, Namun, Kita terlalu takut akan apa yang orang lain akan katakan.


“Sabar, ya.”


", namun terkadang ketika sedang dalam masa masa seperti ini, sulit untuk menerimanya. Hati seringkali berbisik bahwa kita sudah terlalu lelah dengan semuanya, sabar tak ada gunanya, sabar itu ada batasnya. Padahal itu adalah pemahaman yang salah : Sabar tidak ada batasnya. Lagipula, ada dalil yang menyatakan: وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ ..dan Allah mencintai orang orang yang sabar. ( Q.S Al-Imron : 146) Jadi, tidak ada yang namanya “Sabar itu ada batasnya”. Namun, kemampuan kita untuk mengartikan kata dari “ Sabar “ itu sendiri berbeda beda. Kesabaran itu harus dilatih. Dilatih seperti apa?


Mari kita lihat Dalil Firman Allah swt. Berikut.

  • اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ
    2. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

  • dalil itu, kita bisa merefleksikan, bahwa kita semua, Orang-orang yang beriman, pasti akan mendapat cobaan. Allah akan menguji kita. Bentuk sayangnya Allah kepada kita adalah menguji kita dengan berbagai cobaan, Dengan hal itu, Allah ingin memberi kita ujian untuk menentukan sudah sekuat apakah diri kita dalam menetapi keyakinan terhadap diri-Nya.


    berbagai cara untuk bisa melalui cobaan ini, salah satunya bersyukur. Kamu perlu ingat, bahwa ketika kamu membuka mata di hari ini, kamu masih bisa melihat terangnya lampu kamarmu, melihat senyuman kedua orang tuamu dan keluargamu, melihat teman-temanmu tertawa dan kamu yang ikut bahagia bersama mereka ketika mereka tertawa. Coba lihat kamarmu sekarang, tempatmu membaca ini. Kamu berada di tempat yang hangat, Berlangit atap, dan masih terpapar oleh cahaya dari lampu. Kamu harus bersyukur, karena kamu masih mempunyai tempat untuk berteduh. Kamu ingat kapan terakhir kali kamu mendapat cobaan, dan saat itu, kamu sempat berpikir : Aku tidak mampu melewati ini, tapi pada akhirnya. Disinilah kamu, Allah hadapkan kepada cobaan berikutnya karena Allah mengetahui, bahwa kamu adalah hamba yang tangguh, dan Allah tidak akan memberi cobaan melebihi dari kemampuan hambanya. Kamu berhasil melewati cobaan di masa lalu, dan yakinlah, jika kamu Ikhlas dan sabar dalam melewati semua cobaan ini, Allah akan mengganjarmu dengan yang sepadan. Satu hal yang harus selalu kamu yakini, adalah, bahwa Kamu tidak pernah sendirian. Selalu ada orang yang didera oleh kegelapan (cobaan ) yang lebih dahsyat, Dan mereka selalu berjuang untuk keluar dari kegelapan itu tanpa menyerah.

    Teruslah berjalan, sehingga kamu keluar dari kegelapan, menuju cahaya terang.